Senin, September 05, 2011

Riak


pict from here


Sentakan gelombang membuatku terhuyung. Air mencuat dari sisi kanan lambung kapalku. Sementara langit mulai mengkelam. Kencangnya angin menandakan sebentar lagi badai akan datang. Aku limbung melihat air yang mulai memenuhi badan kapalku.  Di tengah ketakutan yang membayangi, aku mencari-cari titik yang bocor. Ternyata pada bagian sisi kanan bawah kapalku. Tambalannya lepas. Kapalku pernah bocor di titik yang sama, dan karena hentakan gelombang, tambalannya lepas.  Dan sekarang aku disibukkan dengan menguras air yang mulai memenuhi. 

Aku sendiri di tengah situasi ini. Semuanya mengkelam, perasaan takut mulai memenuhi isi kepalaku. Tanganku meletih menguras airnya. Iba aku melihat kapalku terombang-ambing mengikuti arus gelombang yang menggila ini. 

“Ayolah kawan, kuras terus airnya. Kalau tidak kita akan karam di tengah samudra ini”, ujar kapalku mengagetkan.

“Carilah sesuatu yang bisa menambal bocornya. Aku akan berusaha mencari daratan dan menaklukkan gelombang ini”

            “Apakah kita masih bisa menemukan daratan?”, raguku

“Kalau kau masih kuat untuk mengeringkan lambungku dan dengan segera menambal bagian yang bocor.”

            “Kalau aku sudah tidak kuat?”, tanyaku ragu

“Kita akan karam di lautan ini. Semuanya akan berakhir. Dan aku tidak mau mati konyol disini. Ayo berusahalah.. “, kapalku masih bersemangat untuk kembali ke daratan.

Tanganku kembali meraih gayung dan menguras air dalam lambung. 

“Kawan, maafkan aku. Tak seharusnya aku membawamu berlayar sejauh ini. Harusnya kupastikan dulu tambalanmu kuat dan aman diterpa hantaman gelombang. Hingga mungkin kejadian ini takkan menimpa kita”, ujarku

Ia melirik bulir panas  yang jatuh ke lambungnya, “Ayo berusahalah,,,kita akan bisa lewati ini. Kita akan segera sampai ke darat.”





10 komentar:

~RIA~ mengatakan...

kuatkan hatimu teman....berusahalah..:):)

Andri Edisi Terbatas mengatakan...

ucapku nun jauh di sini, "semoga sampai...semoga sampai..."

Gaphe mengatakan...

ini terinspirasi cerita mudik diatas kapal laut ya?. hehehe *sotoy.

yuuk cepet nyampe, biar nggak terombang ambing lagi.



betewe, lama bener deh saya ngga mampir sini. Sekalian mumpung masih suasana idul fitri, mohon maaf lahir batin kalo selama ini banyak salah-salah komen dan tindakan yang tidak menyenangkan ^_^

Geafry Necolsen mengatakan...

haha.. gaphe tau aja..
yang punya blog baru pulang mudik, naik kapal laut..
lama nyampenya, jadi deh inspirasinya buat di posting :D

maaf lahir dan bathin ya mbak..

Fairysha mengatakan...

@Ria:
^_^...baiklah..doakan saya... :)

@Andri:
whaaa...kamu kemana ajah, lama tak menyinggahi... :)
makasih doanya ndri, dan saya pun berharap seperti itu.. ^_^

@Gaphe:
whaaa....gaphe ngasal bin ngarang.... :)
hehe..sama2 phe, maap lahir bathin juga yah..

@Geafry:
walaahh..lama ga nongol, kemane aja G..sama2 ya..maaf lahir batin juga..^_^

Art Blogger mengatakan...

Kemana aja Non?,, lama nian tak nongol?

Fairysha mengatakan...

@Art blogger:
hehehe...rehat sejenak sob... :)

k[A]z mengatakan...

kata katanya membuat hmmmmmmmmm
hehe salam kenal. :)

Fairysha mengatakan...

@kaz:
hehehe.....*mksd hmm nya apaan yah? :D
btw, makasih ya sudah berkunjung, salam kenal juga... ^_^

Anonim mengatakan...

Bukan salah kapalnya, bukan juga salah nahkodanya, hmmmmmm
apa ya yg salah....
barangkali niatnya.....
perbaiki niatnya kawan...
:) peaceeee